Memphis Depay, pemain 21 yang dibeli dari Eindhoven ini sudah menjadi buah bibir sebelum dan sesudah kedatangannya di Manchester United. Pemain sayap ini berposisi di sebelah kiri dan sering mencetak gol dari posisi ini. Beberapa penggemar The Red Devil sering sekali menyamakannya dengan winger United sebelumnya, Cristiano Ronaldo.

Pemain timnas Portugal yang kini berseragam Real Madrid ini memang masih diidamkan oleh para pendukung setan merah. Karena berkat Ronaldo pada masa itu, permainan United jadi terlihat lebih menarik. Teknik dribel yang sering dipamerkan oleh Cristiano Ronaldo memang menjadi hiburan tersendiri bagi para penikmat sepak bola di tanah britania dan juga dunia.

Namun kegemilangannya ini menarik minat Real Madrid untuk menariknya ke Madrid. Sehingga kapten Timnas Portugal ini pun bersinar di tanah matador. Sepeninggal Cristiano Ronaldo, permainan United menjadi sedikit berbeda. Walaupun tidak signifikan, namun permainan indah ala dribel tidak begitu terlihat. Yang ada sekarang kolektifitas yang lebih ditonjolkan. Sehingga 2 tahun lalu The Red Devil meraih juara Liga Premier untuk ke 20 kalinya. Dan berakhir pula masa kepelatihan dari Sir Alex Ferguson.

Setelah itu, dengan datangnya Angel di Maria bisa menggantikan peran Ronaldo di sisi sayap. Namun pemain asal Argentina itu belum bisa menunjukkan kualitasnya seperti di Real Madrid. Walaupun pada awal musim, sang pemain bisa menunjukkan sedikit perbedaan dari pemain lainnya namun semakin lama malah semakin tersisih. Apalagi Louis Nani yang dulu bersama Ronaldo memporak-porandakan pertahanan lawan tidak masuk squad van Gaal dan dipinjamkan ke Sporting Lisbon. Kabar terakhir, Nani malah akhirnya berlabuh ke Turki.

Dengan kurangnya kreatifitas inilah Louis van Gaal akhirnya mendatangkan pemain sayap lincah lainnya. Kali ini dia mendatangkannya dari Negara asalnya yaitu Belanda. Memphis Depay menjadi pilihan tepat menurut sang manager. Apalagi kelincahan Depay sudah terbukti saat dia bermain di PSV Eindhoven dan Timnas Belanda.

Dalam segi teknik, Memphis Depay cukup mumpuni. Apalagi akselerasinya dari sisi sayap bisa menjadi taktik baru van Gaal untuk menerobos pertahanan lawan. Musim lalu dari 30 permainan yang dilakoni di Eredivisie Belanda, Depay berhasil mencetak 22 gol. Untuk posisi sayap, Depay cukup produktif bukan? Tentu Anda ingat dengan sosok Ronaldo yang dulu sampai mencetak 30 gol lebih dari posisi sayap.

Hal inilah yang diharapkan Louis van Gaal dari pembeliannya ini. Musim lalu van Gaal sudah mendapatkan keinginannya dari permainan Ashley Young. Pemain sayap yang disulap menjadi full back ini berperan bagus dari permainan yang diterapkan sang pelatih. Akan tetapi tentu van Gaal menginginkan lebih dari sekedar bisa bermain dengan formasi yang diterapkan. Akan tetapi butuh lebih dari itu.

Beberapa orang masih meragukan adaptasi pemain muda tersebut. Namun legenda hidup Roy Makaay berkata kalau Memphis Depay bisa langsung beradaptasi dengan klub barunya. Apalagi dalam tim tersebut ada pemain Belanda seperti Robin van Persie dan Daley Blind. Selain itu, pelatihnya juga berasal dari Negara yang sama.

Adaptasi memang dibutuhkan, akan tetapi dukungan dari teman senegara bisa menjadi motivasi lebih untuk bisa bermain lebih tanggap dan menjajah liga Inggris seperti yang dilakukan Ronaldo sebelumnya. Pembuktian ini akan menjadi hal vital kalau sang pemain tidak ingin menghangatkan bangku cadangan Manchester United musim depan.